5 Kesalahan Ini Sering Terjadi dalam Pemasangan Keramik Kolam Renang ​

keramik kolam renang

Keberhasilan pemasangan keramik kolam renang sangat bergantung pada dua faktor kunci, yaitu keahlian teknik yang presisi dan penggunaan material perekat yang tepat. 

Tanpa semen instan yang diformulasikan khusus untuk area terendam, risiko kebocoran dan kerusakan struktur menjadi sangat tinggi. 

Memahami prosedur instalasi yang benar adalah investasi penting guna memastikan kolam renang tetap fungsional, estetik, dan bebas masalah untuk waktu yang lama.

Tidak Melakukan Waterproofing 

Banyak orang yang mengira beton cor sudah cukup kuat menahan air. Padahal, beton memiliki pori-pori mikroskopis. Beton yang tidak dilapisi oleh plester waterproof akan tetap mengalami rembesan karena beton tidak kedap air. 

Mengabaikan waterproofing berarti membiarkan air merembes perlahan ke dalam struktur beton yang dapat menyebabkan korosi pada besi tulangan. Pastikan menggunakan waterproofing yang sesuai dan lakukan uji rendam minimal selama 4-7 hari sebelum keramik dipasang untuk memastikan tidak ada penurunan permukaan air.

Mengabaikan Perataan Substrat

Biasanya keramik kolam renang menggunakan mozaik yang sangat kecil, ketika dinding dan lantai kolam permukaannya tidak rata maka mozaik atau keramik juga ikut tidak rata. Sehingga permukaan akan terlihat bergelombang pada akhirnya dan kurang secara estetika. 

Terlebih jika terdapat permukaan yang bergelombang atau cembung, tepian dari mozaik akan menonjol, sehingga akan terdapat sudut-sudut tajam yang membahayakan. Untuk mendapatkan permukaan yang halus, pada proses plester gunakan acuan atau kepalaan agar seragam sesuai dengan standar kerataan. 

Tidak Menggunakan Garis Acuan

Jika tidak menggunakan garis acuan atau layouting menggunakan benang atau alat bantu lainnya akan menghasilkan barisan yang miring, terutama pada pemasangan mozaik. Jika terjadi kesalah atau miring mozaik akan sulit diperbaiki setelah semen/perekat sudah kering dan keras. 

Tanpa layouting yang benar menggunakan benang dan siku, barisan keramik akan terlihat miring saat mencapai ujung dinding. Hal ini juga akan menyisakan potongan keramik yang sangat kecil dan tidak beraturan di sudut-sudut kolam, yang secara estetika terlihat buruk dan menunjukkan pengerjaan yang tidak profesional.

Menggunakan Perekat Keramik Berkualitas Rendah

Menggunakan semen biasa atau perekat tanpa sertifikasi khusus area terendam akan berakibat fatal. Tekanan air yang konstan akan dengan mudah melepas daya rekat semen yang tidak fleksibel. 

Gunakan ECO-460 Perekat Keramik Area Terendam yang memiliki daya rekat kuat karena dibuat khusus dengan formulasi untuk area yang terendam. Kolam renang membutuhkan perekat dengan kandungan polimer tinggi yang memiliki fleksibilitas untuk mengikuti pergerakan struktur dan pemuaian akibat suhu. 

Perekat biasa akan menjadi getas saat terendam air secara permanen, sehingga dalam hitungan bulan keramik akan mulai lepas satu per satu. ECO-460 merupakan mortar terbuat dari campuran semen, pasir silika pilihan, filler, dan crosslinking polymer.

Baca Juga: Apa Itu Mortar? Kenali 5 Ciri dan Penggunaanya 

Terburu-buru Saat Proses Pengeringan (Curing)

Memaksakan pengisian nat saat perekat belum kering sempurna atau mengisi air kolam sebelum masa curing selesai menjadi penyebab utama keramik meledak (popping). Biasanya semen perekat memerlukan waktu hidrasi minimal 7 hingga 14 hari untuk mencapai kekuatan ikat maksimal.

Jika air langsung diisi, tekanan ribuan liter air akan merusak ikatan kimia semen yang masih “muda”, menyebabkan keramik kehilangan daya rekatnya sebelum ia benar-benar kuat. 

Keramik juga dapat meledak ketika semen kopong, biasanya terjadi karena tidak menggunakan teknik full bedding. Akibatnya rongga udara yang terjebak di bawah keramik akan menjadi sarang kuman dan tempat berkumpulnya air. Tekanan air yang masif akan menekan titik-titik kosong tersebut hingga keramik pecah.

Gunakan teknik floating & buttering (mengoles semen di kedua sisi) untuk memastikan 100% area tertutup perekat. Namun, jika ada bagian yang tidak menempel, saat terjadi pergeseran struktur atau pemuaian suhu, bagian yang tidak menempel akan menjadi titik lemah di mana tegangan akan terkumpul, yang akhirnya memaksa keramik lepas dari dudukannya.

Baca Juga: Tips Pasang Keramik Kolam Renang dengan Semen Instan

Perekat Keramik Kolam Renang Terbaik

Untuk mendapatkan hasil yang maksimal pada pemasangan keramik atau mozaik kolam renang yang merekat dengan kuat tanpa terlepas ketika digunakan dan diisi air harus menggunakan produk perekat yang berkualitas. ECO-460 menjadi produk terbaik sebagai perekat keramik di area terendam seperti kolam renang, kamar mandi maupun basement. 

Dapatkan produk ECO-460 Perekat Keramik Area Terendam dan produk ECO Mortar lainnya di toko bangunan terdekat atau klik  di sini