Ilustrasi Plester. Foto jcomp (Freepik)
Keluhan retak rambut sering muncul setelah renovasi selesai. Masalah ini biasanya berakar pada kualitas plesteran yang rapuh. Plester dinding yang kuat adalah fondasi mutlak tahapan finishing. Plester menentukan apakah cat akan bertahan lama atau justru mengelupas karena dinding yang lembab.
Mengetahui cara membuat plester yang kuat dan solid bukan lagi pilihan, melainkan keharusan untuk membuat rumah yang kokoh tanpa gangguan biaya perbaikan di masa depan.
Plesteran adalah fondasi dasar sebelum tahap finishing (pengecatan atau pemasangan keramik). Plesteran yang buruk akan memicu berbagai masalah, mulai dari cat yang mengelupas hingga dinding yang rapuh. Umumnya, keretakan dipicu oleh tiga faktor utama, campuran material yang tidak akurat, teknik aplikasi yang terburu-buru, atau pengaruh suhu lingkungan.
Persiapan yang matang merupakan salah satu dari upaya membuat plester yang kuat. Sebelum adukan plester diaplikasikan, perhatikan tiga hal berikut:
Pastikan dinding bata bersih dari debu, minyak, atau sisa material bangunan lainnya agar daya rekat plester maksimal.
Siram permukaan bata dengan air secukupnya. Hal ini mencegah bata menyerap air dari adukan plester terlalu cepat, yang sering kali menjadi penyebab utama plesteran gagal menempel.
Pasang kawat ayam atau jaring pada area pertemuan dua material berbeda (misalnya antara bata dan beton). Langkah ini efektif meredam perbedaan gaya susut yang sering memicu keretakan lurus.
Keahlian dalam mengaplikasikan material sangat menentukan ketahanan dinding. Berikut adalah standar teknis yang direkomendasikan:
Setelah area yang akan diplester siap, siapkan campuran untuk plester. Kunci plester yang kuat dan bertahan lama adalah komposisi adukan yang konsisten antara pasir, air dan semen. Untuk mengatasi hal tersebut, gunakan semen instan khusus plester, ECO-301 Plester dan Perata Lantai. ECO-301 berbahan dasar semen, pasir silika pilihan, filler dan crosslinking polymer.
Baca Juga: Rekomendasi Plester dan Acian Instan Terbaik Eco Mortar
Kualitas plesteran juga akan ideal ketika menggunakan alat yang tepat saat mengaplikasikan. Gunakan sendok semen atau roskam (trowel) untuk menempelkan adukan secara merata pada permukaan bata.
Setelah adukan menempel, gunakan jidar aluminium atau papan kayu panjang untuk meratakan permukaan secara vertikal dan horizontal.
Untuk mendapatkan tekstur yang halus dan padat, lakukan proses pemadatan menggunakan roskam kayu atau besi dengan gerakan memutar.
Gunakan benang atau patok acuan untuk menjaga ketebalan ideal sekitar 10 mm. Plesteran yang terlalu tebal berisiko merosot, sementara yang terlalu tipis tidak akan menutup bata secara sempurna.
Terapkan lapisan dasar (kamprot) terlebih dahulu sebagai jangkar, lalu lanjutkan dengan lapisan utama setelahnya agar ikatan antar material lebih kuat.
Kondisi cuaca sangat memengaruhi proses pengeringan. Hindari memplester di bawah sinar matahari yang terlalu terik karena penguapan yang terlalu cepat akan membuat adukan rapuh. Sebaliknya, pastikan dinding memiliki ventilasi yang cukup saat musim hujan.
Jika tertarik untuk mencoba rekomendasi ECO-301 Plester Dinding terbaik bisa langsung menghubungi kami untuk informasi pemesanan di sini.

Untuk mendapatkan ECO-301 produk mortar instan terbaik dari ECO Mortar lainnya kunjungi laman produk.
Hubungi kami