Menghadapi lantai yang tiba-tiba terangkat atau meledak memang bisa membuat siapa pun panik. Selain suara ledakannya yang menggelegar, kerusakan yang ditinggalkan biasanya keramik pecah berkeping-keping, muncul tonjolan tajam yang sangat membahayakan langkah kaki, dan estetika rumah pun hilang.
Penyebab paling mendasar dari kasus popping adalah penggunaan adukan semen pasir konvensional untuk merekatkan keramik modern, khususnya jenis Granite Tile atau Homogenous Tile.
Keramik jenis ini memiliki pori-pori yang sangat kecil (densitas tinggi), sehingga air semen biasa tidak dapat meresap untuk menciptakan cengkeraman mekanis.
Akibatnya, semen hanya menempel di permukaan tanpa mengikat kuat, membuat keramik rentan lepas saat terjadi getaran atau tekanan kecil.
Selain itu, adukan semen pasir manual memiliki tingkat penyusutan yang tinggi saat mengering. Ketika adukan di bawah lantai menyusut, sehingga akan menarik diri dari permukaan keramik. Tanpa adanya kandungan polimer (zat perekat fleksibel) seperti yang terdapat pada semen mortar, ikatan antara lantai kerja dan keramik akan terputus (debonding), menyebabkan keramik terangkat dan akhirnya meledak.
Kesalahan teknis yang paling sering dilakukan tukang adalah tidak meratakan perekat ke seluruh permukaan bawah keramik, atau dikenal dengan istilah “tempel tompel” (hanya memberi semen di beberapa titik).
Teknik ini meninggalkan banyak rongga udara (hollow spots) di bawah ubin. Padahal, standar pemasangan yang benar mewajibkan penggunaan roskam bergerigi untuk memastikan perekat padat dan menutupi 100% permukaan keramik.
Keberadaan rongga udara ini menjadi bom waktu bagi lantai rumah Anda. Udara yang terjebak di bawah keramik memiliki sifat memuai jika suhu ruangan meningkat panas. Tekanan udara panas ini akan mendorong keramik dari bawah dengan kuat. Karena perekat tidak menyebar merata, keramik tidak memiliki kekuatan untuk menahan dorongan tersebut, sehingga terlepas dari posisinya dan pecah dengan suara ledakan.
Banyak pemilik rumah menginginkan tampilan lantai yang seamless (tanpa sambungan), sehingga memaksa pemasangan keramik dengan nat yang sangat rapat atau bahkan tanpa nat sama sekali.
Padahal, secara fisika, keramik dan perekat di bawahnya pasti akan memuai saat cuaca panas dan menyusut saat dingin. Nat sejatinya berfungsi sebagai expansion joint atau ruang toleransi bagi pergerakan tersebut.
Ketika keramik dipasang terlalu rapat tanpa celah nat, keramik yang memuai tidak memiliki ruang untuk bergerak ke samping. Akibatnya, antar-keramik akan saling mendesak dan menekan satu sama lain.
Karena tidak ada jalan lain, tekanan hebat ini akan mencari jalan keluar ke arah atas, menyebabkan lantai melengkung (buckling) dan meledak seketika. Masalah ini semakin parah jika perekat yang digunakan kaku dan tidak fleksibel.
Pecahan keramik akibat popping biasanya sangat tajam dan berada dalam tekanan (tegangan tinggi).
Pembersihan dan pembongkaran dasar adalah hal krusial. Akan tetapu banyak tukang malas membersihkan sisa semen lama. Akhirnya membuat lantai jadi lebih tinggi sehingga tidak merekat kuat.
Penyebab utama popping biasanya adalah penggunaan semen pasir biasa yang menyusut dan kaku. Untuk perbaikan (renovasi), jangan ulangi kesalahan yang sama.
Agar keramik menempel sempurna, ubah cara pemasangannya:
Baca Juga Tips Pasang Granit Anti-Popping
Jangan pasang keramik terlalu rapat. Pastikan memberi jarak nat minimal 1.5 mm – 2 mm. Celah ini berfungsi sebagai ruang gerak saat keramik memuai karena panas.
ika dipasang terlalu rapat (tanpa nat), keramik akan saling tabrak dan pecah lagi di kemudian hari.
Tunggu perekat kering (minimal 24 jam), baru isi celah tersebut dengan pengisi nat (tile grout) yang berkualitas.
Bersabarlah sebelum menginjak lantai hasil perbaikan. Biarkan perekat mengering sempurna selama 24 jam sebelum diinjak atau dibebani barang berat. Pengeringan yang sempurna memastikan ikatan polimer dalam mortar bekerja maksimal.
Untuk memastikan lantai terbebas dari risiko keramik meledak (popping) di masa depan, pemilihan material perekat yang memiliki spesifikasi tinggi adalah harga mati.
ECO-400 hadir sebagai solusi semen instan premium yang diformulasikan khusus untuk merekatkan dan batu alam.
Kandungan crosslinking polymer dan pasir silika pilihan yang tercampur secara homogen, perekat ini mampu mencengkeram permukaan granit yang memiliki pori-pori kecil sekalipun dengan sangat kuat, sehingga meminimalisir risiko kegagalan daya rekat (de-bonding) yang sering menjadi pemicu utama keramik terangkat.
Jika menggunakan granit berukuran besar (maksimal 120 cm), ECO-475 Perekat Granit Ukuran Besar adalah jawaban teknis yang paling tepat.
Pemasangan granit format besar pada area interior, baik lantai maupun dinding, menuntut daya rekat ekstra kuat agar material tidak melorot (non-sagging) dan tetap stabil dalam jangka panjang.
Dengan formula yang dirancang khusus untuk menangani beban material berat, ECO-475 menjamin pemasangan yang lebih efisien dan awet, asalkan diaplikasikan pada permukaan yang lembab namun tidak becek (Saturated Surface Dry).
Menggunakan perekat spesialis seperti ini bukan sekadar urusan estetika, melainkan investasi keamanan agar hunian tetap kokoh dan bebas dari masalah meledaknya lantai di kemudian hari.
Jika tertarik untuk mencoba rekomendasi produk perekat keramik dan garnit terbaik bisa langsung menghubungi kami untuk informasi pemesanan di sini.
Untuk mengetahui produk mortar instan terbaik dari ECO Mortar lainnya kunjungi laman produk.
Hubungi kami