...

Cara Memperbaiki Keramik Meledak (Popping)

keramik meledak

Menghadapi lantai yang tiba-tiba terangkat atau meledak memang bisa membuat siapa pun panik. Selain suara ledakannya yang menggelegar, kerusakan yang ditinggalkan biasanya keramik pecah berkeping-keping, muncul tonjolan tajam yang sangat membahayakan langkah kaki, dan estetika rumah pun hilang. 

Penyebab Keramik Meledak 

1. Kegagalan Daya Rekat Akibat Material yang Tidak Tepat

Penyebab paling mendasar dari kasus popping adalah penggunaan adukan semen pasir konvensional untuk merekatkan keramik modern, khususnya jenis Granite Tile atau Homogenous Tile

Keramik jenis ini memiliki pori-pori yang sangat kecil (densitas tinggi), sehingga air semen biasa tidak dapat meresap untuk menciptakan cengkeraman mekanis. 

Akibatnya, semen hanya menempel di permukaan tanpa mengikat kuat, membuat keramik rentan lepas saat terjadi getaran atau tekanan kecil.

Selain itu, adukan semen pasir manual memiliki tingkat penyusutan yang tinggi saat mengering. Ketika adukan di bawah lantai menyusut, sehingga akan menarik diri dari permukaan keramik. Tanpa adanya kandungan polimer (zat perekat fleksibel) seperti yang terdapat pada semen mortar, ikatan antara lantai kerja dan keramik akan terputus (debonding), menyebabkan keramik terangkat dan akhirnya meledak.

2. Rongga Udara Akibat Teknik Aplikasi yang Salah

Kesalahan teknis yang paling sering dilakukan tukang adalah tidak meratakan perekat ke seluruh permukaan bawah keramik, atau dikenal dengan istilah “tempel tompel” (hanya memberi semen di beberapa titik). 

Teknik ini meninggalkan banyak rongga udara (hollow spots) di bawah ubin. Padahal, standar pemasangan yang benar mewajibkan penggunaan roskam bergerigi untuk memastikan perekat padat dan menutupi 100% permukaan keramik.

Keberadaan rongga udara ini menjadi bom waktu bagi lantai rumah Anda. Udara yang terjebak di bawah keramik memiliki sifat memuai jika suhu ruangan meningkat panas. Tekanan udara panas ini akan mendorong keramik dari bawah dengan kuat. Karena perekat tidak menyebar merata, keramik tidak memiliki kekuatan untuk menahan dorongan tersebut, sehingga terlepas dari posisinya dan pecah dengan suara ledakan.

3. Absennya Ruang Muai (Nat) yang Memadai

Banyak pemilik rumah menginginkan tampilan lantai yang seamless (tanpa sambungan), sehingga memaksa pemasangan keramik dengan nat yang sangat rapat atau bahkan tanpa nat sama sekali. 

Padahal, secara fisika, keramik dan perekat di bawahnya pasti akan memuai saat cuaca panas dan menyusut saat dingin. Nat sejatinya berfungsi sebagai expansion joint atau ruang toleransi bagi pergerakan tersebut.

Ketika keramik dipasang terlalu rapat tanpa celah nat, keramik yang memuai tidak memiliki ruang untuk bergerak ke samping. Akibatnya, antar-keramik akan saling mendesak dan menekan satu sama lain. 

Karena tidak ada jalan lain, tekanan hebat ini akan mencari jalan keluar ke arah atas, menyebabkan lantai melengkung (buckling) dan meledak seketika. Masalah ini semakin parah jika perekat yang digunakan kaku dan tidak fleksibel.

Cara Mengatasi Lantai Popping

1. Langkah Awal: Amankan Area dan Cek Kerusakan

Pecahan keramik akibat popping biasanya sangat tajam dan berada dalam tekanan (tegangan tinggi).

  • Safety First: Gunakan alas kaki tebal dan sarung tangan saat mendekati area tersebut.
  • Ketok Lantai Sekitar: Jangan hanya fokus pada keramik yang sudah pecah. Ketok keramik di sekeliling area tersebut menggunakan uang logam atau gagang obeng. Jika bunyinya nyaring (tok-tok) atau terasa kopong, berarti keramik tersebut juga sudah lepas dari perekatnya dan harus dibongkar juga.

2. Pembongkaran dan Pembersihan Dasar (Substrat)

Pembersihan dan pembongkaran dasar adalah hal krusial. Akan tetapu banyak tukang malas membersihkan sisa semen lama. Akhirnya membuat lantai jadi lebih tinggi sehingga tidak merekat kuat.

  • Bongkar Keramik: Angkat semua keramik yang pecah dan yang kopong.
  • Kupas Semen Lama: Sisa adukan semen kering yang menempel di lantai beton harus dikupas/di-chipping hingga bersih dan rata kembali. Jangan menumpuk perekat baru di atas perekat lama yang sudah mati.
  • Bersihkan Debu: Sapu dan bersihkan puing-puing hingga tuntas. Debu pasir adalah musuh utama daya rekat.

3. Wajib Ganti Perekat ke Semen Mortar

Penyebab utama popping biasanya adalah penggunaan semen pasir biasa yang menyusut dan kaku. Untuk perbaikan (renovasi), jangan ulangi kesalahan yang sama.

  • Gunakan Semen Mortar (Perekat Instan): Pilih produk perekat keramik khusus (Tile Adhesive) yang memiliki fitur daya rekat tinggi dan fleksibilitas. Mortar jenis ini mampu meredam getaran dan muai-susut, sehingga lantai tidak mudah meledak lagi. Gunakan semen mortar khusus untuk merekatkan keramik dari ECO Mortar
  • Basahi Lantai: Sebelum diberi adukan mortar, basahi dulu lantai beton dengan air secukupnya (lembab jenuh) agar air dalam adukan tidak terserap habis oleh lantai kering.

4. Teknik Pemasangan Anti-Kopong

Agar keramik menempel sempurna, ubah cara pemasangannya:

  • Pakai Roskam Gerigi: Jangan gunakan sendok semen biasa, namun gunakan roskam bergerigi untuk mengoleskan perekat ke lantai. Alur gerigi memastikan ketebalan perekat merata dan memberi ruang udara keluar.
  • Back Buttering (Oles Punggung): Oleskan juga lapisan tipis perekat mortar di bagian belakang keramik baru. Ini adalah garansi agar tidak ada rongga udara yang terjebak di bawah keramik.
  • Padatkan: Pasang keramik dan ketuk perlahan menggunakan palu karet hingga posisinya rata dengan keramik lama di sekitarnya.

 

Baca Juga Tips Pasang Granit Anti-Popping

 

5. Berikan Ruang Napas (Nat)

Jangan pasang keramik terlalu rapat. Pastikan memberi jarak nat minimal 1.5 mm – 2 mm. Celah ini berfungsi sebagai ruang gerak saat keramik memuai karena panas. 

ika dipasang terlalu rapat (tanpa nat), keramik akan saling tabrak dan pecah lagi di kemudian hari.

Tunggu perekat kering (minimal 24 jam), baru isi celah tersebut dengan pengisi nat (tile grout) yang berkualitas.

6. Waktu Pengeringan (Curing)

Bersabarlah sebelum menginjak lantai hasil perbaikan. Biarkan perekat mengering sempurna selama 24 jam sebelum diinjak atau dibebani barang berat. Pengeringan yang sempurna memastikan ikatan polimer dalam mortar bekerja maksimal.

 

Rekomendasi Perekat Keramik dan Granit Anti-Popping

ECO 400 – Perekat Granit Terbaik

Untuk memastikan lantai terbebas dari risiko keramik meledak (popping) di masa depan, pemilihan material perekat yang memiliki spesifikasi tinggi adalah harga mati. 

ECO-400 hadir sebagai solusi semen instan premium yang diformulasikan khusus untuk merekatkan  dan batu alam. 

Kandungan crosslinking polymer dan pasir silika pilihan yang tercampur secara homogen, perekat ini mampu mencengkeram permukaan granit yang memiliki pori-pori kecil sekalipun dengan sangat kuat, sehingga meminimalisir risiko kegagalan daya rekat (de-bonding) yang sering menjadi pemicu utama keramik terangkat.

ECO 475 – Perekat Granit Ukuran Besar Terbaik

Jika menggunakan granit berukuran besar (maksimal 120 cm), ECO-475 Perekat Granit Ukuran Besar adalah jawaban teknis yang paling tepat. 

Pemasangan granit format besar pada area interior, baik lantai maupun dinding, menuntut daya rekat ekstra kuat agar material tidak melorot (non-sagging) dan tetap stabil dalam jangka panjang. 

Dengan formula yang dirancang khusus untuk menangani beban material berat, ECO-475 menjamin pemasangan yang lebih efisien dan awet, asalkan diaplikasikan pada permukaan yang lembab namun tidak becek (Saturated Surface Dry). 

Menggunakan perekat spesialis seperti ini bukan sekadar urusan estetika, melainkan investasi keamanan agar hunian tetap kokoh dan bebas dari masalah meledaknya lantai di kemudian hari.

Jika tertarik untuk mencoba rekomendasi produk perekat keramik dan garnit terbaik bisa langsung menghubungi kami untuk informasi pemesanan di sini

Untuk mengetahui produk mortar instan terbaik dari ECO Mortar lainnya kunjungi laman produk.

Seraphinite AcceleratorOptimized by Seraphinite Accelerator
Turns on site high speed to be attractive for people and search engines.