Cara Pemasangan Granit dan Keramik yang Benar

cara pasang keramik dan granit yang benar

Membangun atau merenovasi rumah pasti memilih material lantai yang indah dan kuat. Namun, memilih antara granit (homogeneous tile) dan keramik hanyalah langkah awal. Tantangan sesungguhnya terletak pada proses pemasangan. Banyak pemilik rumah yang kecewa karena ubin mereka terangkat (popping) atau pecah hanya dalam hitungan bulan. 

Hal ini biasanya terjadi karena penerapan metode pemasangan yang sama untuk dua material yang memiliki karakteristik fisik berbeda total.

Agar pemasangan awal tidak cepat rusak dan tidak sia-sia, terdapat perbedaan teknis dan cara penanganan granit dan keramik.

Perbedaan Keramik dan Granit 

Sebelum memulai pengerjaan, kita harus memahami mengapa keramik dan granit tidak bisa diperlakukan sama. Keramik terbuat dari tanah liat yang dibakar pada suhu tinggi, namun tetap memiliki pori-pori yang cukup besar dengan daya serap air di atas 3%. Sebaliknya, granit atau homogenous tile adalah material padat yang dibakar pada suhu ekstrem, menghasilkan densitas tinggi dengan daya serap air yang sangat rendah, yaitu di bawah 0,5%. Perbedaan pori-pori inilah yang menentukan bagaimana cara perekat bekerja mengunci ubin pada lantainya.

Metode Pemasangan Keramik

Pemasangan keramik cenderung lebih tradisional, namun tetap membutuhkan presisi tinggi untuk menghindari hasil yang kopong.

  1. Persiapan Permukaan: Lantai dasar harus dalam keadaan rata dan bersih. Gunakan metode screeding terlebih dahulu jika lantai dasar masih kasar atau bergelombang.
  2. Pemilihan Perekat: Hindari campuran semen dan pasir manual. Gunakan mortar instan seperti ECO-420 Perekat Keramik.  Salah satu kelebihan menggunakan mortar instan adalah tidak perlu merendam keramik di dalam air, sehingga area kerja tetap bersih dan proses kerja lebih cepat.
  3. Teknik Aplikasi: Gunakan trowel gerigi untuk mengoleskan perekat pada lantai. Alur yang dihasilkan oleh trowel gerigi berfungsi untuk membuang udara saat keramik ditekan, sehingga seluruh permukaan bawah keramik tertutup rapat oleh semen.
  4. Pengaturan Nat: Keramik umumnya memiliki pinggiran yang sedikit membulat, sehingga memerlukan jarak nat yang lebih lebar, sekitar 2–4 mm, untuk mengakomodasi sedikit variasi ukuran antar kepingan.

Metode Pemasangan Granit (Homogeneous Tile)

Memasang granit dengan cara memasang keramik adalah kesalahan fatal yang sering dilakukan. Karena granit hampir tidak memiliki pori, ia membutuhkan daya ikat kimiawi yang kuat, bukan sekadar ikatan mekanis dari semen biasa.

  1. Gunakan Perekat Khusus: Sangat wajib menggunakan perekat dengan kandungan polimer tinggi seperti ECO-400 Perekat Granit. Semen biasa tidak akan bisa mencengkeram permukaan bawah granit yang licin dan kedap air.
  2. Teknik Back Buttering: Selain mengoleskan mortar pada lantai, juga harus mengoleskan selapis tipis mortar pada bagian belakang kepingan granit sebelum ditempelkan. Teknik ini menjamin kontak maksimal antara ubin dan dasar lantai tanpa ada rongga udara sedikit pun.
  3. Tile Leveling System: Granit biasanya memiliki tepian yang sangat presisi (rectified). Agar hasil pemasangan benar-benar rata dan tidak ada ujung yang menonjol (lippage), gunakan klip dan baji (sistem leveling). Dengan alat ini, Anda bisa mendapatkan nat yang sangat tipis dan rapi, sekitar 1–2 mm.
  4. Tanpa Perendaman: Jangan pernah merendam granit dalam air. Karena porinya sangat rapat, air yang menempel justru bisa menghalangi daya rekat mortar instan.

 

Baca Juga: Apakah Bahaya Pasang Granit dan Keramik tanpa Nat?

 

Kesimpulan

Ketahanan lantai sangat bergantung pada pondasi yang tidak terlihat, yaitu material perekat yang digunakan. Memahami bahwa granit membutuhkan daya rekat yang lebih spesifik daripada keramik dapat menghindari biaya renovasi. Dengan teknik yang benar dan perekat yang tepat, lantai rumah tidak hanya akan indah secara visual, tetapi juga kokoh secara struktur untuk puluhan tahun mendatang.

 

 

FAQ

Q: Bolehkah memasang granit hanya menggunakan semen biasa (Luluhan)? 

A: Sangat tidak disarankan. Granit tidak menyerap air, sehingga semen biasa tidak bisa meresap ke dalam ubin untuk mengunci. Risiko granit lepas atau terangkat (popping) akan sangat tinggi.

Q: Apa keunggulan menggunakan ECO-420 dibanding semen konvensional? 

A: ECO-420 memiliki daya rekat yang lebih kuat, waktu pengerjaan yang lebih lama sehingga mudah disetel, serta mencegah ubin kopong. 

Q: Kapan waktu yang tepat untuk mengisi nat setelah pemasangan? 

A: Idealnya, tunggu minimal 24 jam setelah ubin dipasang. Hal ini memberikan waktu bagi udara di bawah ubin untuk keluar dan perekat mengering sempurna sebelum celahnya ditutup.

Q: Mengapa lantai granit saya terlihat bergelombang setelah dipasang? 

A: Biasanya karena tidak menggunakan Leveling System atau tidak dilakukannya teknik Back Buttering. Pastikan juga permukaan dasar (screeding) sudah benar-benar rata sebelum mulai menempelkan granit.