Penggunaan big slab saat ini banyak digunakan untuk proyek dengan arsitektur premium. Big slab dipilih karena tampilan yang terkesan elegan dan mewah. Dengan dimensi yang lebih lebar dibandingkan ukuran granite pada umumnya, big slab membutuhkan perekat yang sangat kuat agar tidak melorot. Jika terjadi kesalahan dalam pemasangan akan berakibat fatal dan menimbulkan kerugian yang besar mengingat harga big slab yang cukup mahal
Keunggulan utama dari big slab adalah minimnya garis nat (sambungan antar ubin). Dengan ukuran yang lebar, permukaan lantai atau dinding akan terlihat menyatu dan tidak terputus, menciptakan efek visual yang elegan, mewah, dan modern.
Big Slab juga dapat menciptakan transisi visual yang sempurna antara lantai dan dinding menggunakan motif yang senada, memberikan kesan desain yang menyatu, megah, dan tak terputus.
Ubin berukuran besar secara psikologis memberikan kesan ruangan yang lebih luas. Karena mata tidak terganggu oleh banyaknya kotak-kotak kecil dari garis nat, ruangan yang sebenarnya terbatas pun akan terasa lebih terbuka, lapang, dan mendapatkan distribusi pantulan cahaya yang lebih baik.
Nat atau sambungan keramik sering kali menjadi tempat debu yang menumpuk, kotoran, dan jamur yang sulit dibersihkan. Dengan big slab, jumlah nat berkurang drastis, sehingga area yang perlu disikat atau dibersihkan menjadi jauh lebih sedikit.Sehingga lantai tidak hanya lebih mudah dirawat, tetapi juga lebih higienis bagi penghuni rumah.
Granit big slab diproses dengan teknologi tinggi yang menghasilkan kepadatan material sangat rapat, sehingga tahan terhadap goresan, noda, dan suhu panas. Selain itu, sedikitnya jumlah nat berarti mengurangi titik lemah pada permukaan lantai atau dinding. Misalnya, risiko tepi ubin pecah (chipping) atau nat yang terkikis. Sehingga menggunakan big slab dapat menjadi investasi jangka panjang yang tetap kokoh meski digunakan di area dengan mobilitas tinggi.
Dengan banyaknya keunggulan dari big slab, pemasangannya juga tidak boleh asal. Mengingat ukurannya yang sangat besar, membutuhkan perekat yang kuat dengan standar EN 12004 (C2TES1).
Material premium seperti granit, homogeneous tile, dan marmer alam memiliki pori-pori yang sangat kecil (densitas tinggi), sehingga sulit menempel jika hanya menggunakan semen biasa.
Perekat harus memiliki standar EN 12004 (C2TES1) agar dapat sempurna mencengkram permukaan material padat tersebut dengan sangat kuat. Kekuatan ini sangat krusial, terutama saat memasang big slab pada area dinding agar ubin tidak merosot dan tetap pada posisinya secara permanen.
Open time adalah durasi perekat tetap basah dan memiliki daya rekat maksimal setelah dioleskan pada permukaan. Dalam pemasangan ubin besar, waktu 45 menit sangat menguntungkan karena memberikan fleksibilitas bagi tukang untuk menyesuaikan posisi ubin agar benar-benar presisi (leveling).
Sehingga tidak perlu terburu-buru karena takut perekat mengering duluan, sehingga risiko kegagalan rekat akibat semen yang sudah “mati” dapat dihindari.
Pemilihan semen instan untuk meminimalkan kesalahan manusia (human error) di lapangan. Dengan material yang mahal, kerugian akan lebih besar jika takaran tidak sesuai dan big slab menjadi hancur.
Cukup dengan menambahkan air sesuai takaran dan mortar siap untuk digunakan. Hal ini menjamin konsistensi kualitas perekat di setiap sudut ruangan, sehingga kekuatan ikatnya merata sempurna. Tak perlu lagi khawatir big slab akan terlepas di kemudian hari.
Baca Juga: 4 Perbedaan Semen Mortar dan Konvensional
Kunci utama mencegah popping adalah kemampuan perekat untuk mengikuti pergerakan struktur. ECO 485 memiliki sifat fleksibel yang mampu meredam tegangan akibat muai-susut suhu ekstrem maupun getaran pada substrat.
Ketahanan ini membuatnya sangat tangguh untuk berbagai kondisi: mulai dari area indoor yang stabil, area outdoor yang terpapar sinar matahari langsung, hingga area terendam seperti kolam renang yang memiliki tekanan air tinggi.
Dapatkan produk ECO-485 Perekat Keramik Area Terendam dan produk ECO Mortar lainnya di toko bangunan terdekat atau klik di sini
Hubungi kami