Acian dinding yang sudah kering tetapi terlihat naik-turun atau bergelombang dapat membuat hasil finishing kurang rapi. Kondisi ini biasanya semakin terlihat ketika dinding terkena cahaya dari samping.
Acian bergelombang berbeda dengan acian yang mengelupas atau berkapur. Jika lapisan masih melekat kuat tetapi permukaannya tidak rata, penyebabnya umumnya berkaitan dengan kondisi plester, ketebalan acian, dan teknik pengerjaan.
Acian merupakan lapisan tipis untuk menghaluskan permukaan. Jika plester di bawahnya sudah bergelombang, acian akan sulit menghasilkan bidang yang benar-benar rata.
Karena itu, kerataan perlu dikontrol sejak tahap plesteran. Penggunaan panduan ketebalan dan jidar dapat membantu menghasilkan plesteran yang rata sebelum masuk ke tahap pengacian.
Acian yang terlalu tebal di satu bagian dan tipis di bagian lain dapat menghasilkan permukaan naik-turun. Acian sebaiknya diaplikasikan sesuai ketebalan yang direkomendasikan produk dan tidak digunakan untuk mengisi cekungan yang terlalu dalam.
Tekanan roskam yang berbeda-beda dapat membuat material berpindah dan menghasilkan ketebalan yang tidak sama. Gerakan yang terlalu sering pada area tertentu juga dapat membuat permukaan tidak seragam.
Penghalusan ketika acian masih terlalu lunak dapat membuat material bergeser. Sebaliknya, jika sudah terlalu kaku, permukaan akan lebih sulit diratakan. Ikuti waktu aplikasi yang direkomendasikan pada produk.
Jika acian masih kuat dan tidak mengelupas, tidak selalu perlu membongkar seluruh permukaan.
1. Periksa dengan Jidar
Gunakan jidar untuk menemukan bagian yang menonjol dan cekung. Periksa dari arah horizontal, vertikal, dan diagonal.
2. Ratakan bagian yang menonjol
Kurangi bagian yang terlalu tinggi secara hati-hati, kemudian bersihkan debunya.
3. Perbaiki bagian yang cekung
Gunakan material yang sesuai dan hindari menambahkan lapisan terlalu tebal. Jika cekungan cukup dalam, kemungkinan masalah berada pada lapisan plester.
4. Periksa kembali kerataan
Gunakan jidar setelah perbaikan untuk memastikan bidang sudah lebih rata sebelum masuk ke tahap finishing.
Acian bergelombang merupakan masalah kerataan permukaan, sedangkan acian mengelupas berkaitan dengan lapisan yang kehilangan daya rekat. Kondisi seperti acian yang terlepas, menggelembung, atau rontok membutuhkan penanganan yang berbeda.
Sementara itu, permukaan yang meninggalkan bubuk atau terasa berpasir setelah kering lebih mengarah pada masalah acian berkapur setelah kering.
Acian bergelombang umumnya disebabkan oleh plester yang tidak rata, ketebalan acian yang tidak konsisten, tekanan roskam, atau teknik penghalusan yang kurang tepat.
Kuncinya adalah memastikan plester sudah rata sebelum pengacian, menjaga ketebalan aplikasi, dan menggunakan teknik roskam yang konsisten. Dengan begitu, acian dapat menghasilkan permukaan yang lebih halus dan siap untuk tahap finishing.
Untuk mendapatkan tips seputar aplikasi mortar dan pekerjaan konstruksi, ikuti juga Instagram Eco Mortar.
Hubungi kami