Tanda-Tanda Keramik Lantai Perlu Diganti

tanda keramik perlu diganti

Sering kali kita mengabaikan kondisi lantai karena sudah terbiasa melihatnya setiap hari. Namun, lantai sebenarnya selalu memberikan tanda-tanda ketika kondisinya sudah tidak lagi prima. 

Mengabaikan tanda-tanda kerusakan pada keramik bukan hanya merusak pemandangan, tetapi juga bisa membahayakan keselamatan penghuni rumah, terutama anak-anak dan lansia.

Lantas, apa saja indikator yang menunjukkan bahwa keramik lantai sudah memasuki masa pensiun? Berikut adalah tanda-tanda keramik butuh pergantian.

 

1. Munculnya Retakan yang Tajam dan Memanjang

Retakan pada keramik bukan hanya masalah visual. Retakan yang tajam dapat melukai kaki dan menjadi sarang kuman atau kotoran yang sulit dijangkau alat pel. Jika retakan muncul secara memanjang melintasi beberapa keping keramik, ini bisa menjadi tanda adanya pergerakan pada struktur tanah atau fondasi di bawahnya. Jika ini terjadi, mengganti keramik adalah kesempatan untuk memeriksa kondisi lantai dasar (sub-floor).

2. Suara Kopong Saat Diketuk

Pernahkah ketika berjalan dan merasakan bunyi yang berbeda atau terasa kosong di bawah kaki? Ini adalah tanda keramik mengalami delaminasi atau lepas dari perekatnya. Kondisi keramik kopong berbahaya karena keramik bisa pecah mendadak saat menerima beban berat. Hal ini biasanya disebabkan oleh penggunaan semen biasa (campuran manual) yang daya rekatnya sudah habis dimakan usia atau cuaca.

3. Noda yang Tidak Bisa Hilang Meski Sudah Dipel

Seiring waktu, lapisan pelindung (glaze) pada keramik akan aus. Ketika lapisan ini hilang, pori-pori keramik akan terbuka lebar. Akibatnya, cairan seperti tumpahan kopi, kuah makanan, atau debu akan meresap ke dalam daging keramik. Jika lantai terlihat kusam dan tetap kotor meskipun nat sudah dibersihkan dengan berbagai cairan kimia, itu tandanya material keramik tersebut sudah jenuh dan harus diganti dengan yang baru.

4. Nat yang Selalu Lepas dan Menghitam

Celah nat adalah pelindung antar keramik. Jika nat terus-menerus hancur, lepas, atau nat terlihat kotor secara permanen meskipun sudah diperbaiki, ini menandakan keramik mengalami guncangan atau pergeseran mikro. Selain itu, nat yang rusak menjadi pintu masuk air yang bisa merusak perekat di bawahnya. 

5. Fenomena Popping (Keramik Terangkat)

Ini adalah tanda yang paling darurat. Popping terjadi ketika keramik terangkat ke atas secara mendadak dengan suara ledakan kecil. Hal ini disebabkan oleh tekanan udara atau muai-susut material yang tidak terakomodasi oleh ruang nat. Jika sudah ada satu bagian yang popping, biasanya bagian lain akan menyusul dalam waktu dekat. Penggantian total adalah solusi terbaik untuk menyetel ulang sistem ekspansi lantai rumah.

 

Tips Memilih Perekat yang Tepat

Saat memutuskan untuk mengganti keramik, pastikan Anda menggunakan perekat yang spesifik. Untuk keramik standar, gunakan ECO-420 Perekat Keramik, sementara untuk granit ukuran, wajib menggunakan ECO-400 Perekat Granit. Penggunaan mortar instan yang tepat adalah kunci agar tanda-tanda kerusakan di atas tidak muncul kembali di masa depan.

 

Frequently Asked Questions (FAQ)

Q: Kenapa keramik tiba-tiba meledak atau terangkat (popping)? 

A: popping terjadi karena tidak adanya celah ekspansi (nat terlalu rapat) atau suhu ekstrem yang membuat ubin memuai namun tidak punya ruang untuk bergerak.

Q: Bolehkah hanya mengganti keramik yang retak saja? 

A: Boleh untuk solusi sementara, namun biasanya akan sulit menemukan motif dan warna yang identik dengan keramik lama karena beda masa produksi (batch).

Q: Apa penyebab nat keramik cepat hitam dan berjamur? 

A: Penyebabnya adalah nat yang berpori besar atau lembab.