Memasang keramik pada kolam renang merupakan proyek yang cukup sulit karena harus presisi dan ketahanan material yang kuat. Sehingga wajib memahami teknik pemasangan yang benar dan pemilihan semen instan yang tepat. Hal ini krusial demi memastikan kolam renang tetap kokoh, kedap air, dan indah untuk jangka panjang.
Berikut langkah-langkah untuk memasang keramik pada kolam renang, baik untuk rumah maupun kolam renang skala besar.
Sebelum memulai pemasangan, siapkan alat dan bahan yang diperlukan. Alat yang dibutuhkan diantaranya waterpass, meteran, benang dan paku, ember, penakar air, hand mixer, roskam bergerigi,palu karet, sendok semen (cetok), alat potong keramik, dan spons.
Bahan yang diperlukan cukup air bersih, nat keramik, dan semen instan khusus untuk area terendam.
Jangan lupa menggunakan alat perlindungan diri seperti sarung tangan untuk melindungi tangan dari sifat korosif semen/mortar. Gunakan juga alat pelindung lutut terutama jika memasang keramik kolam renang pada area yang luas.
Sebelum memulai pemasangan, area kerja atau bakal kolam renang harus rata dan sudah diplester.
Pastikan juga kondisi permukaan sudah kering dan pasang benang untuk panduan agar keramik lurus dan rapi.
Setelah dipasang benang dan kering tahap selanjutnya adalah merekatkan keramik pada permukaan kolam. Biasanya perlu mencampurkan semen, perekat dan air dengan komposisi tertentu. Namun dengan ECO-460 Perekat Keramik Area Terendam cukup ditambahkan air.
Untuk campuran yang ideal, gunakan takaran 1 bagian air dan 5 bagian powder (1:5), jadi untuk satu karung berukuran 25 kg membutuhkan air sekitar 5-5,5 liter.
Ketebalan spesi adonan perekat yang disarankan kurang lebih 3 mm menggunakan roskam bergerigi seperti biasanya. Perkiraan untuk daya sebarnya ± 5 m2 / sak 25 kg.
Baca Juga: Apa Itu Mortar? Kenali 5 Ciri dan Penggunaanya
Setelah keramik menempel pada permukaan dan perekat sudah mengering (estimasi 6-24 jam) isi celah antar keramik menggunakan nat. Pengisian nat berfungsi untuk mengisi celah agar kotoran dan air tidak masuk sehingga kolam menjadi lebih rapi dan cantik.
Tahap terakhir dalam memasang keramik kolam renang adalah pembersihan yang dilakukan setelah nat kering. Gunakan lap atau sikat yang lembut agar residu nat dan partikel lain dari produk pemasangan hilang. Sehingga hasil akhir rapi, bersih dan ketika diisi air tidak khawatir bocor atau keramik terlepas.
Beton yang tidak dilapisi oleh plester waterproof akan tetap mengalami rembesan karena beton tidak kedap air. Jika rembesan terjadi terus menerus struktur fondasi akan rusak.
Biasanya keramik kolam renang menggunakan mozaik yang sangat kecil, ketika permukaan tidak rata akan terlihat bergelombang. Sehingga akan terdapat sudut-sudut tajam yang membahayakan dan mengurangi estetika.
Jika tidak menggunakan garis acuan atau layouting menggunakan benang atau alat bantu lainnya akan menghasilkan barisan yang miring, terutama pada pemasangan mozaik. Jika terjadi kesalah atau miring mozaik akan sulit diperbaiki setelah semen/perekat sudah kering dan keras.
Menggunakan semen biasa atau perekat tanpa sertifikasi area terendam akan berakibat fatal. Tekanan air yang konstan akan dengan mudah melepas daya rekat semen yang tidak fleksibel.
Memaksakan pengisian nat saat perekat belum kering sempurna, atau mengisi air kolam sebelum masa curing selesai, akan menjebak uap air di bawah mozaik. Hal ini sering menjadi penyebab utama mozaik atau keramik terlepas (popping).

Untuk mendapatkan hasil yang maksimal pada pemasangan keramik atau mozaik kolam renang yang merekat dengan kuat tanpa terlepas ketika digunakan dan diisi air harus menggunakan produk perekat yang berkualitas. ECO-460 menjadi produk terbaik sebagai perekat keramik di area terendam seperti kolam renang, kamar mandi maupun basement.
Dapatkan produk ECO-460 Perekat Keramik Area Terendam dan produk ECO Mortar lainnya di toko bangunan terdekat atau klik di sini
Hubungi kami