Urutan Plester dan Acian Dinding yang Benar agar Hasilnya Rata dan Tahan Lama

urutan plester dan acian

Dalam proses pembangunan rumah, pekerjaan plester dan acian merupakan tahap penting sebelum finishing seperti pengecatan dilakukan. Jika urutan pekerjaan ini tidak dilakukan dengan benar, hasil dinding bisa menjadi tidak rata, mudah retak, atau bahkan cat cepat mengelupas.

Banyak orang masih menganggap plester dan acian sebagai proses yang sama, padahal keduanya memiliki fungsi yang berbeda dalam konstruksi dinding. Oleh karena itu, memahami urutan plester dan acian dinding yang benar sangat penting agar hasil pekerjaan lebih rapi, kuat, dan tahan lama. 

Saat ini banyak proyek konstruksi menggunakan semen mortar instan seperti produk dari Eco Mortar campurannya lebih konsisten dibandingkan metode tradisional.

 

Apa Itu Plester Dinding?

Plester dinding adalah lapisan adukan semen yang diaplikasikan pada permukaan pasangan bata atau bata ringan untuk meratakan dinding.

Fungsi utama plester antara lain:

  • meratakan permukaan pasangan bata
  • menutup celah antar bata
  • melindungi struktur dinding
  • menjadi dasar untuk proses acian

Biasanya ketebalan plester dinding berkisar antara 1-1,5 cm atau 10 mm  tergantung kondisi dinding.

 

Apa Itu Acian Dinding?

Acian adalah lapisan tipis yang diaplikasikan di atas plester untuk menghasilkan permukaan dinding yang lebih halus.

Beberapa fungsi acian yaitu:

  • menghaluskan permukaan plester
  • menutup pori-pori plester
  • mempersiapkan dinding sebelum pengecatan
  • meningkatkan estetika dinding

Lapisan acian biasanya jauh lebih tipis dibanding plester, yaitu sekitar 2–3 mm.

 

Urutan Plester dan Acian Dinding yang Benar

1. Pemasangan Bata atau Bata Ringan

Tahap pertama adalah pemasangan pasangan bata merah atau bata ringan sebagai struktur utama dinding.

Pada tahap ini harus dipastikan pasangan bata terpasang lurus, sambungan antar bata rapi, dan tidak ada celah yang terlalu besar. Kualitas pemasangan bata sangat mempengaruhi hasil plester nantinya.

2. Persiapan Permukaan Dinding

Sebelum plester dilakukan, permukaan dinding harus dipersiapkan terlebih dahulu Beberapa langkah persiapan yang perlu dilakukan antara lain:

  • membersihkan permukaan dinding dari debu
  • membasahi permukaan dinding
  • memeriksa kerataan pasangan bata

Pembasahan dinding penting agar bata tidak menyerap air dari adukan plester terlalu cepat.

3. Proses Plester Dinding

Setelah permukaan siap, proses plester dapat dilakukan. Langkah-langkah plester dinding biasanya meliputi:

  • Membuat kepala plester: Kepala plester berfungsi sebagai acuan ketebalan plester agar hasilnya merata.

  • Mengaplikasikan adukan plester: Adukan plester ditempelkan pada dinding menggunakan roskam atau cetok.

  • Meratakan plester: Gunakan jidar aluminium untuk meratakan permukaan plester sesuai ketebalan yang diinginkan. Pada tahap aplikasi plesteran sebaiknya menggunakan mortar instan karena lebih praktis dan menghasilkan kualitas plester yang konsisten.

  • Proses Pengeringan Plester: Setelah proses plester selesai, dinding harus dibiarkan mengering terlebih dahulu sebelum dilakukan acian. Waktu tunggu biasanya berkisar antara 5 hingga 7 hari. Proses ini penting agar plester kuat dan mengeras sempurna sehingga acian dapat menempel dengan baik.

4. Proses Acian Dinding

Setelah plester cukup kering, tahap berikutnya adalah proses acian. Langkah-langkah acian biasanya meliputi:

  • mencampur bahan acian dengan air
  • mengaplikasikan acian tipis di atas plester
  • meratakan permukaan menggunakan roskam

Acian harus diaplikasikan secara merata agar permukaan dinding menjadi halus dan siap untuk finishing.

 

Kesalahan yang Sering Terjadi Saat Plester dan Acian

Beberapa kesalahan yang sering terjadi dalam pekerjaan plester dan acian antara lain:

  • Acian dilakukan terlalu cepat

Jika acian dilakukan sebelum plester benar-benar kering, lapisan acian bisa retak atau mengelupas. Sehingga cat akan mudah menggelembung dan rontok atau blistering

  • Ketebalan plester tidak merata

Plester yang terlalu tebal atau terlalu tipis dapat menyebabkan keretakan. Sehingga harus dipastikan ketebalan plester ideal dan merata. 

  • Campuran adukan tidak konsisten

Campuran manual yang tidak tepat dapat mempengaruhi kekuatan plester. Lebih disarankan menggunakan semen mortar yang bisa langsung digunakan, cukup dicampurkan dengan air sesuai takaran. 

 

Tips Agar Hasil Plester dan Acian Lebih Maksimal

1. Gunakan mortar instan berkualitas

Mortar instan memiliki komposisi yang lebih stabil sehingga menghasilkan plester yang lebih kuat dan rata. Selain itu area kerja juga lebih bersih karena tidak membutuhkan tempat untuk mengayak pasir dan membuat campuran. 

2. Pastikan plester benar-benar kering

Memberi waktu pengeringan yang cukup akan membantu acian menempel lebih baik. Sehingga tidak terjadi keretakan pada lapisan plester maupun acian. 

3. Gunakan alat perata yang tepat

Penggunaan jidar dan roskam yang baik membantu menghasilkan permukaan yang lebih rapi. Untuk plester gunakan roskam kayu dan gunakan roskam besi atau baja untuk acian agar hasil halus dan mengkilap. 

 

Kesimpulan

Urutan plester dan acian dinding yang benar sangat menentukan kualitas hasil akhir dinding. Proses yang tepat dimulai dari pemasangan bata, persiapan permukaan, plester dinding, pengeringan plester, hingga tahap acian.

Dengan mengikuti urutan pekerjaan yang benar serta menggunakan material berkualitas seperti mortar instan, hasil dinding akan menjadi lebih rata, kuat, dan siap untuk tahap finishing seperti pengecatan.

Jangan biarkan rencana renovasi dan pembangunan terhambat oleh kesalahan perhitungan material. Gunakan Kalkulator ECO Mortar melalui situs resmi kami untuk mengetahui secara presisi berapa sak material yang diperlukan.

Sudah tahu kebutuhan yang diperlukan? Dapatkan produk rekomendasi tersebut di sini atau menghubungi 62821-1212-9800. Untuk produk semen mortar terbaik lain dari ECO Mortar klik laman produk di sini.