4 Hal yang Terjadi Akibat Kesalahan Saat Proses Pengacian

akibat salah saat pengacian

Terdapat beberapa kasus terjadi dinding rumah yang baru saja dicat dalam hitungan bulan sudah muncul garis-garis halus menyerupai jaring laba-laba, cat tembok yang menggelembung dan rontok bersama lapisan semen halusnya. 

Fenomena ini bukanlah masalah pada kualitas cat semata, namun bisa disebabkan juga dari kegagalan pada proses pengacian.

Tahap pengacian adalah fase finishing yang sangat krusial. Meskipun lapisannya tipis (sekitar 1,5 hingga 3 mm), acian berfungsi sebagai kulit pelindung struktur dinding sekaligus dasar bagi estetika ruangan. 

Ketika terjadi kesalahan dalam proses pengacian seperti teknik yang keliru, material yang tidak tepat, atau kondisi lingkungan maka akan terjadi kerugian jangka panjang. 

 

Akibat dari Kesalahan Aplikasi Acian Dinding

1. Munculnya Retak Rambut

Akibat kesalahan proses pengacian yang sering ditemui adalah munculnya retak rambut. Kesalahan ini biasanya disebabkan oleh beberapa faktor teknis, seperti mengaci pada plesteran yang belum kering sempurna atau adukan acian yang terlalu banyak air sehingga terjadi penyusutan (shrinkage) yang ekstrem saat kering.

Retak rambut mungkin terlihat kecil, namun retakan bisa menjadi jalur masuk bagi uap air dan kelembapan udara ke dalam struktur dinding. Jika dibiarkan, retakan ini akan melebar dan merusak penampilan cat pada dinding. 

2. Fenomena Dinding Bergelombang

Kesalahan dalam teknik penggunaan alat, seperti tidak menggunakan roskam besi yang tepat atau tekanan tangan yang tidak merata, akan menghasilkan permukaan yang tidak rata. Akibatnya, saat dinding terkena cahaya lampu dari samping, akan terlihat bayangan gelombang yang sangat mengganggu mata. Dinding yang tidak presisi ini juga akan menyulitkan saat ingin memasang furnitur yang menempel ke dinding seperti kitchen set atau lemari pakaian.

 

Baca Juga: Tips Membuat Acian Langsung Mengkilap

 

3. Adhesi Rendah yang Memicu Pengelupasan (Delaminasi)

Kesalahan fatal lainnya adalah tidak membersihkan permukaan plesteran dari debu atau tidak membasahinya sedikit sebelum pengacian dilakukan. Akibatnya, acian tidak dapat menempel atau menggigit plesteran dengan kuat.

Sehingga terjadi delaminasi, di mana lapisan acian terlepas dari plesteran. Hal ini sering ditandai dengan suara kopong saat dinding diketuk. Dalam jangka panjang, lapisan acian ini akan rontok bersama dengan cat, sehingga harus melakukan kupas total dan renovasi ulang. 

4. Dinding Melepuh Akibat Lem

Banyak tukang secara tradisional menambahkan lem putih ke dalam adukan semen aci dengan harapan menambah daya rekat. Namun, lem menciptakan lapisan film yang menahan uap air di dalam tembok.

Akibatnya cat tembok menjadi melepuh (blistering). Tekanan uap air dari dalam tembok tidak bisa keluar karena terhalang lapisan lem, sehingga mendorong lapisan acian ke luar hingga pecah. Hal ini juga sering memicu timbulnya jamur di balik lapisan cat karena kondisi dinding yang selalu lembab.

 

Bagaimana Menghindari Dampak Kerusakan Ini?

Untuk menghindari semua kerugian di atas dengan beralih dari penggunaan semen konvensional ke mortar instan. Penggunaan produk yang diformulasikan secara khusus akan meminimalisir risiko kesalahan manusia (human error) di lapangan.

 

Rekomendasi Produk

Untuk menghindari berbagai risiko kegagalan acian, pemilihan material menjadi faktor penentu utama. Rangkaian produk ECO Mortar hadir dengan formulasi khusus yang dirancang untuk memberikan hasil akhir dinding yang premium dan tahan lama:

  • ECO-200 Acian Instan Abu-abu: Merupakan semen instan mutakhir yang diperkaya dengan teknologi polimer untuk menjamin daya rekat (adhesi) maksimal pada permukaan plesteran tanpa perlu tambahan lem putih. Keunggulan utamanya terletak pada tingkat penyusutan (shrinkage) yang sangat rendah, sehingga secara efektif mampu meminimalisir risiko munculnya retak rambut pada dinding.
  • ECO-270 Acian Instan Putih: Menghasilkan permukaan dinding yang jauh lebih halus, padat, dan berwarna putih bersih. Selain memberikan perlindungan ekstra terhadap keretakan, warna putih alaminya bertindak sebagai dasar yang sangat baik sehingga dapat menghemat penggunaan cat karena daya tutupnya yang luar biasa tinggi.

Kedua produk ini memiliki karakteristik pengerjaan yang memudahkan tukang di lapangan. Dengan waktu pengerjaan (open time) yang pas, material ini memungkinkan hasil akhir yang benar-benar rata, padat, dan licin menyerupai kaca, sekaligus memastikan integritas struktur dinding tetap terjaga dalam jangka panjang.

Jangan menebak-nebak kebutuhan material. Gunakan Kalkulator ECO Mortar untuk mendapatkan estimasi jumlah sak ECO-200 atau ECO-270 secara akurat sesuai luas bangunan.

Sudah tahu kebutuhan yang diperlukan? Dapatkan produk rekomendasi tersebut di sini atau menghubungi 62821-1212-9800. Untuk produk semen mortar terbaik lain dari ECO Mortar klik laman produk di sini.