Kamar mandi bukan sekadar ruang untuk membersihkan diri, namun juga salah satu area paling berisiko di dalam rumah. Permukaan yang selalu basah dan terpapar sisa sabun licin sehingga menjadikan rawan kecelakaan akibat terpeleset.
Oleh karena itu, memilih keramik yang tepat bukan hanya soal estetika dan kecocokan motif dengan tema interior, melainkan juga soal investasi keselamatan jangka panjang bagi seluruh penghuni rumah.
Berikut adalah panduan mendalam mengenai tips memilih keramik kamar mandi yang tidak licin dan memiliki fitur anti-slip maksimal untuk hunian Anda.
Cara termudah untuk memastikan keamanan keramik adalah dengan merasakan daya cengkeram permukaannya secara langsung. Keramik yang aman untuk kamar mandi harus terasa kesat saat disentuh.
Permukaan yang terasa sedikit kasar atau memiliki hambatan saat menggesekkan tangan di atasnya menandakan bahwa keramik tersebut mampu memberikan pijakan yang stabil bagi telapak kaki.
Daya cengkeram ini berfungsi untuk memecah lapisan air di atas lantai. Saat lantai basah, keramik yang terlalu halus akan membuat kaki meluncur tanpa hambatan seperti di atas es.
Sebaliknya, permukaan dengan daya cengkeram yang baik akan bertindak seperti rem alami bagi kaki, memberikan rasa aman ekstra bahkan saat sedang terburu-buru atau saat kondisi lantai penuh dengan busa sabun yang licin.
Cara praktis lainnya adalah dengan memperhatikan label kategori yang biasanya tertera pada kemasan atau brosur keramik. Produsen umumnya sudah membagi jenis keramik berdasarkan lokasi pemasangannya, seperti indoor, outdoor, atau bathroom.
Untuk area lantai kamar mandi, sangat disarankan untuk mencari keramik yang berlabel external atau rustic, meskipun pemasangannya dilakukan di dalam ruangan.
Label tersebut menandakan bahwa keramik telah diproses sedemikian rupa agar memiliki ketahanan terhadap gesekan yang lebih tinggi daripada keramik ruang tamu yang mengkilap.
Keramik dengan label bathroom atau wet area biasanya memiliki lapisan pelindung yang tidak akan menjadi licin secara mendadak saat terkena air.
Pilih Tekstur Permukaan yang Tepat
Tekstur adalah faktor fisik yang paling mudah dikenali saat memilih keramik. Hindari penggunaan keramik polished atau mengkilap untuk lantai kamar mandi, karena permukaannya akan menjadi sangat licin saat terkena air.
Berikut adalah beberapa pilihan tekstur yang disarankan:
Banyak orang menyukai keramik berukuran besar (seperti 60×60 cm) karena membuat kamar mandi terlihat luas. Namun, dari sisi keamanan, keramik berukuran kecil justru jauh lebih unggul.
Rahasianya terletak pada garis nat (grout lines). Keramik berukuran kecil, seperti jenis mozaik (5×5 cm atau 10×10 cm), memiliki frekuensi garis nat yang sangat banyak di area lantai.
Garis nat ini berfungsi sebagai tekstur tambahan yang memberikan daya cengkeram luar biasa bagi kaki Anda. Semakin banyak garis nat di lantai kamar mandi, semakin kecil risiko terpeleset karena kaki memiliki banyak titik tumpu.
Meski sering dianggap sama, keduanya memiliki perbedaan sifat penyerapan air. Granit memiliki tingkat penyerapan air yang sangat rendah, sehingga lebih tahan lama dan kuat. Namun, karena kepadatannya yang tinggi, harus ekstra teliti memilih tipe yang unpolished (tidak kilap) agar tidak licin.
Keramik konvensional cenderung lebih berpori dan sudah memiliki lapisan glaze anti-slip yang sangat mumpuni untuk kebutuhan rumah tangga standar.
Pilihan material ini kembali kepada anggaran, selama fitur anti-slipnya menjadi prioritas utama dibanding sekadar kilauan permukaannya.
Saat berbelanja langsung di toko bangunan, jangan ragu untuk melakukan pengujian sederhana. Minta izin kepada staf toko untuk meneteskan sedikit air ke atas contoh keramik yang ingin dibeli. Setelah basah, coba tekan dan gesek permukaan tersebut menggunakan ujung jari atau telapak tangan
Jika jari meluncur dengan sangat mudah tanpa ada hambatan sama sekali, maka keramik tersebut sebaiknya dihindari untuk area lantai kamar mandi.
Permukaan yang aman akan terasa sedikit menahan atau memberikan gesekan yang nyata di kulit dalam kondisi basah. Tes ini paling akurat yang bisa dilakukan oleh siapa saja tanpa bantuan alat khusus.
Memilih keramik yang tepat itu masih setengah dari pekerjaan. Keamanan lantai juga sangat bergantung pada cara pemasangan dan perawatan rutin. Pastikan kemiringan lantai (slope) mengarah tepat ke lubang pembuangan agar air tidak menggenang.
Air yang menggenang terlalu lama akan memicu tumbuhnya lumut yang membuat keramik paling kasar sekalipun menjadi sangat licin.
Selain itu, pastikan keramik dipasang dengan perekat yang berkualitas tinggi agar posisinya stabil dan rata.
Penggunaan semen instan ECO-460 Perekat Keramik Area Terendam sangat disarankan untuk area basah karena kemampuannya menempel sempurna tanpa rongga udara di bawah keramik.
Terakhir, rajinlah menyikat lantai untuk menghilangkan sisa lemak sabun dan sampo yang sering kali menumpuk di pori-pori keramik dan menjadi penyebab utama lantai terasa licin.
Untuk mengetahui produk mortar instan terbaik dari ECO Mortar lainnya kunjungi laman produk.
Jika tertarik untuk mencoba rekomendasi produk perekat keramik area terendam terbaik bisa langsung menghubungi kami untuk informasi pemesanan di sini.
Hubungi kami