Membangun rumah adalah investasi besar yang diharapkan bertahan seumur hidup. Sayangnya, banyak pemilik rumah yang justru mengalami kerugian besar hanya karena kesalahan di tahap awal, yaitu saat memilih material.
Sering kali, keputusan diambil berdasarkan tren sesaat atau sekadar mengejar harga termurah tanpa mempertimbangkan aspek teknis jangka panjang.
Berikut adalah beberapa kesalahan fatal yang harus dihindari:
Kesalahan paling klasik adalah memilih material hanya berdasarkan harga per satuan yang paling rendah. Misalnya, memilih semen konvensional dan pasir karena terlihat lebih murah dibanding mortar instan. Padahal, penggunaan campuran manual sering kali tidak konsisten, menyebabkan tembok retak rambut, dan pemborosan sisa material (waste) yang tinggi.
Banyak orang memilih material berdasarkan estetika tanpa melihat kondisi lingkungan. Misalnya, tidak menggunakan plesteran trasram (kedap air) pada dinding bagian bawah di area yang lembab. Akibatnya, air tanah merambat naik ke dinding, menyebabkan cat mengelupas dan tumbuhnya jamur.
Kesalahan lainnya adalah mencampuradukkan berbagai merk atau jenis material yang tidak kompatibel. Misalnya, menggunakan perekat bata merk A, namun menggunakan acian merk B yang memiliki tingkat elastisitas berbeda. Hal ini berisiko memicu kegagalan ikatan antar lapisan dinding yang berujung pada retakan atau keramik yang terangkat (popping).
Memilih material bangunan adalah tentang ketepatan fungsi, bukan sekadar harga atau tampilan. Dengan riset yang tepat dan konsultasi dengan tenaga ahli, bisa menghindari kerugian finansial akibat kerusakan yang sebenarnya bisa dicegah sejak awal pengerjaan.
Q: Apa risiko terbesar jika salah memilih perekat granit?
A: Granit hampir tidak memiliki pori, jika menggunakan semen biasa, granit akan mudah lepas atau terangkat (popping).
Q: Bagaimana cara menghindari pembelian material yang berlebihan?
A: Selalu lakukan penghitungan volume berdasarkan luas ruangan dan gunakan kalkulator material yang disediakan produsen.
Q: Apakah semua retak di dinding disebabkan oleh material yang buruk?
A: Tidak selalu. Bisa juga karena teknik pengerjaan yang salah atau pergerakan struktur tanah, namun material berkualitas dapat meminimalisir risiko tersebut secara signifikan.
Hubungi kami