Memilih material untuk lantai dan dinding sering kali menjadi tahap yang paling membingungkan sekaligus menyenangkan dalam proses pembangunan atau renovasi rumah. Banyak pemilik rumah terjebak hanya pada urusan estetika, memilih motif yang paling cantik di toko tanpa mempertimbangkan karakteristik teknis materialnya. Padahal, memasang material yang salah di tempat yang salah bukan hanya merusak pemandangan, tapi bisa berujung pada pemborosan biaya karena kerusakan dini.
Semakin hari, tren material bangunan berkembang pesat, mulai dari keramik konvensional hingga Big Slab. Berikut perbedaan antara keramik, granit, batu alam, dan big slab, serta di mana lokasi terbaik untuk memasangnya agar rumah agar terlihat maksimal dan awet.

Keramik tetap menjadi penguasa pasar karena fleksibilitas dan harganya yang ramah di kantong. Terbuat dari campuran tanah liat, pasir, dan bahan mineral lainnya yang dibakar pada suhu tinggi, keramik biasanya memiliki lapisan glasir di bagian atas untuk memberikan warna dan motif.
Keramik memiliki tingkat porositas yang cukup tinggi. Bagian belakangnya biasanya berwarna merah atau cokelat tanah dan mampu menyerap air dengan cepat. Teksturnya lebih lunak dibandingkan granit, sehingga lebih mudah dipotong dengan alat manual.
Dengan harga yang terjangkau, keramik sangat ideal untuk area privat seperti kamar tidur, area dapur, atau gudang. Keramik juga sering digunakan sebagai dinding dapur (backsplash) karena mudah dibersihkan dari noda minyak. Namun, hindari penggunaan keramik di area luar ruangan yang terkena beban berat (seperti garasi mobil) karena keramik lebih rentan pecah akibat tekanan tinggi.

Istilah granit dalam industri bangunan modern biasanya merujuk pada homogenous tile, material yang diproduksi dengan meniru kekuatan batu granit alami namun dengan konsistensi motif yang lebih terjaga.
Granit dibuat dengan tekanan mencapai ratusan ton dan dibakar pada suhu di atas 1200°C. Sehingga menghasilkan material yang sangat padat, keras, dan hampir tidak memiliki pori-pori (daya serap air di bawah 0,5%).
Hal ini membuat granit sangat tahan terhadap goresan dan noda dibandingkan keramik. Selain itu, granit biasanya memiliki pinggiran yang rectified (dipotong presisi), sehingga dapat dipasang dengan nat yang sangat tipis (1–2 mm), memberikan kesan lantai yang lebih menyatu.
Granit cocok digunakan untuk area-area publik yang menonjolkan prestise dan memiliki lalu lintas tinggi, seperti ruang tamu utama, ruang keluarga, dan ruang makan. Granit juga sangat direkomendasikan untuk area teras karena ketahanannya terhadap cuaca jauh lebih baik dibandingkan keramik biasa.

Jika menginginkan karakter rumah yang kuat, natural, dan memiliki nilai seni tinggi, batu alam adalah pilihannya. Material seperti andesit, marmer, travertine, atau batu palimanan diambil langsung dari alam tanpa proses cetak pabrik.
Keunggulan utama batu alam adalah keunikannya, tidak ada dua keping batu yang memiliki motif yang benar-benar sama. Batu alam memberikan kesan sejuk dan sangat kokoh. Namun, material ini biasanya memiliki ketebalan yang tidak konsisten dan memerlukan perawatan khusus seperti coating (pelapisan) agar tidak mudah berlumut atau terkena noda permanen, mengingat beberapa jenis batu alam (seperti marmer) cukup sensitif terhadap cairan asam.
Batu alam adalah primadona untuk fasad (dinding luar) rumah guna memberikan kesan mewah dan kokoh. Di interior, batu alam sangat cocok dijadikan dinding aksen di kamar mandi atau area pancuran (shower) untuk menciptakan suasana ala resor atau spa bintang lima.

Big Slab merupakan inovasi terbaru yang sedang naik daun. Big Slab adalah kepingan material berukuran raksasa, mulai dari 120×240 cm hingga ukuran yang lebih besar lagi dalam satu lembaran utuh.
Karakteristik yang paling menonjol adalah visualnya yang seamless (tanpa sambungan). Dengan Big Slab, bisa menutup satu dinding penuh hanya dengan dua atau tiga keping material saja. Teksturnya sangat halus, sangat padat, namun relatif tipis (sekitar 6–9 mm) sehingga membutuhkan penanganan teknis yang sangat hati-hati saat pengiriman dan pemasangan.
Big Slab adalah pilihan terbaik untuk dinding utama ruang tamu (feature wall) sebagai pengganti wallpaper atau cat biasa. Selain itu, material ini sangat populer digunakan sebagai top table dapur (meja bar) atau meja wastafel karena ketahanannya terhadap panas dan noda, serta tampilannya yang sangat eksklusif.
Setelah memilih material yang tepat, kesalahan paling fatal yang sering dilakukan adalah menggunakan semen biasa sebagai perekat. Material modern yang padat seperti granit dan big slab tidak bisa menempel hanya dengan semen konvensional. Mereka membutuhkan perekat instan yang memiliki daya rekat polimer yang kuat.
Berikut adalah panduan memilih perekat dari ECO Mortar agar investasi material tidak sia-sia:
Keindahan sebuah rumah dimulai dari pemilihan material yang tepat, namun kekuatannya ditentukan oleh kualitas perekatnya. Keramik untuk fungsionalitas, granit untuk kekuatan, batu alam untuk estetika natural, dan big slab untuk kemewahan mutakhir. Dengan memadukan material tersebut dan perekat ECO Mortar yang sesuai, hunian bukan hanya tampil cantik saat Lebaran, tapi juga awet hingga puluhan tahun mendatang.
Gunakan Kalkulator ECO Mortar sekarang untuk mendapatkan estimasi kebutuhan produk secara instan dan akurat. Jangan biarkan rencana renovasi terhambat oleh sisa material yang tak terpakai. Sudah tahu kebutuhan yang diperlukan? Dapatkan produk rekomendasi tersebut di sini atau menghubungi 62821-1212-9800. Untuk produk semen mortar terbaik lain dari ECO Mortar klik laman produk di sini.
Hubungi kami